Welcome to Dianka's world. Be nice here. Thank you! +Follow | Dashboard
Diary Of Dianka
#Self Reminder - Sebuah Pengingat
Tuesday, March 17, 2020 Tuesday, March 17, 2020 0 comments

Sebuah kisah yang indah. Baru saja membaca berita mengenai seorang mualaf. Selang 4 jam setelah syahadat, Allah Subhanahu wa Ta'ala panggil. Berpulang ke Rahmatullah dalam keadaan suci seperti bayi yang baru terlahir. Dosa di masa lalunya diampuni. Betapa beruntungnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkan di akhir sisa hidupnya.

MasyaAllah Tabarakallah.

Berkaca terhadap diri sendiri. Sedangkan kita yang terlahir di keluarga Islam, lingkungan Islam, masih sering berbuat salah dan khilaf.

"Akankah suatu hari nanti ketika waktunya tiba dapat berjumpa 
dengan Rabb dalam keadaan sedemikian rupa?"

"Akankah kita wafat dengan husnul khatimah?"

"Mampukan lidah ini melafalkan Lailahaillallah di saat-saat terakhir?"

"Amalan apa sajakah yang sudah aku dipersiapkan?"

Seketika pertanyaan-pertanyaan itu terlintas di kepala....

Tidakkah kita merasa iri terhadap orang lain 
yang begitu dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala? 
Tidakkah kita merasa cemburu dengan seseorang 
yang Allah Subhanahu wa Ta'ala izinkan untuk berada dekat dengan-Nya? 
Lantas apa yang selama ini telah aku lakukan? 
Bagaimana bisa meraih derajat yang tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala 
ketika diri ini seringkali teralihkan oleh fatamorgana dunia..... 
Bukankah sebaik-baik pengingat adalah mengingat kematian..

Bagaikan sebuah tamparan...

Labels: ,


#Self Reminder - Surga
Tuesday, March 17, 2020 0 comments

"Bayangkan ketika kamu kembali bersatu dengan keluargamu di surga.
Itulah definisi sebuah kesuksesan"
(Dr. Bilal Philips)


Tidak ada tempat berkumpul yang lebih indah melebihi surga. 
Surga adalah prestasi tertinggi bagi orang yang beriman dan meyakininya.

Tidak ada pengharapan yang paling di idamkan melebihi bisa ke surga-Nya 
bersama keluarga tercinta.

Yuk, teman-teman kita persiapkan bekal dan menjadikan ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala
sebagai satu-satunya tujuan hidup kita di dunia 

Labels: ,


#Self Reminder - Ilmu
Tuesday, March 17, 2020 0 comments

Semoga Allah Subhanahu wa Taala 
memberikan kita ilmu-ilmu yang bermanfaat

Yaitu, ilmu yang ketika kita pelajari 
akan menambah rasa cinta kita terhadap Allah Subhanahu wa Taala.

Dan ilmu yang ketika kita pahami dan amalkan
akan semakin mendekatkan diri kita
kepada Allah Subhanahu wa Taala.

SEMANGAT MERAIH ILMU..

Semoga Allah Subhanahu wa Taala 
memberikan kemudahan 

Labels: ,


Gaho - Start (Lyrics) // Itaewon Class OST
Sunday, March 8, 2020 Sunday, March 08, 2020 0 comments

A new start is always exciting
Feels like you can overcome anything
Like a clock hand that chases after time
You want to keep going forward
Crossing the line that has been drawn
Toward that life
Sometimes, there will be resentment
Saying not to cross that line

I can fly the sky
Never gonna stay
Until I faint from exhaustion
No matter what reason
No matter what excuses

I need courage right now
Even if it doesn’t dream, I’m cheering for my dream
I will take over the end
Even if I have to run with one foot as if it’s broken
I will go on my own path
This is a promise for myself
I won’t stop

If I surpass one thing
I will soon catch up to you
I will get what I want
Because that’s my dream
Nothing has changed
I’m just enduring
Because my dreams will get stronger
I’m starting again

I don’t wanna lose myself ever again
I put my everything into this
So I’m gonna take whatever I want
Because that’s my dream
Nothing has changed
I’m just enduring
Because my dreams will get stronger
I’m starting again

Labels:


Wisdom For Designer
Saturday, October 19, 2019 Saturday, October 19, 2019 0 comments

"Follow your intuition. It's very important. And work hard. Ask yourself why are you doing this? Have a very positive outlook and attitude toward the world. Optimism is critical. When you run into an obstacle always know that there's a way around it. That optimism will help you drive forward." 
- Branko Lukic

"It goes back to "have fun with it". If you have fun doing the design work, it will show through to your portfolio and your sketching. Just have fun with it." - Brian Kutsch

"Every new experience is just a step in life, so dont be afraid to take a step." - Jonah Becker

"Be open minded and see every project as an opportunity to practice, learn, and do something great. Even if at first, it doesnt seem that exciting." - Antenna Design

"The love, the passion to do the work will keep you going. You'll have ups and downs, and it can be very challenging at times, but you need to keep up the positive optimism. Remember why you came into this industry. It's all because of that dream. Keep this clear in your mind. It will keep you going." - Chelsia Lau

Labels: ,


Untuk Siapapun yang Memandang REMEH Karir Hidup Orang Lain
Sunday, December 23, 2018 Sunday, December 23, 2018 0 comments

Apakah dengan keluar dari zona nyaman bekerja di suatu perusahaan seseorang bisa menjadi lebih sukses? Tidak selalu.. 

Ada tipe individu yg menyukai rutinitas terstruktur, senang bekerja di lingkungan yg nyaman, dan lebih memilih untuk mendapat income yg jelas setiap bulannya.. Ia dinamakan tipe karyawan. 

Ada tipe lain yg menyukai tantangan, senang berinovasi dan bereksperimen, fokus terhadap proses, dan tidak mempermasalahkan income walaupun fluktuatif.. Ia dinamakan tipe entrepreneur / wirausaha. 

 Mana yg lebih sukses? Keduanya.. 

 Tipe karyawan bisa sukses jika fokus terhadap pekerjaannya di kantor. Karna jenjang karir itu ada. Step by step, karyawan yg tingkatannya rendah pun bisa meningkat.. Sama halnya dgn tipe entrepreneur bisa sukses jika fokus terhadap apa yg dijual, entah produk/jasa. Berimprovisasi dalam hal keunggulan agar tidak kalah dengan kompetitor. Intinya, do what you love and love what you do..

Seperti nasihat Steve Jobs, "Pekerjaan Anda akan mengisi bagian besar dari hidup Anda. Dan satu-satunya cara untuk benar-benar puas adalah mengerjakan sesuatu yg Anda percayai sebagai pekerjaan hebat. Jika Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan berpuas diri.." 

Dan "kesuksesan" bagi tiap-tiap orang pun memiliki arti yg berbeda. Ada yg goals dan tujuannya adalah hidup mewah, harta dan tahta segalanya. Ada pula yg lebih memilih hidup nyaman dan aman walaupun sederhana. Atau mungkin bukan keduanya. Bisa saja pekerjaan seseorang saat ini, adalah pekerjaan yg diimpikannya sejak lama.. 

Jadi tidak benar jika menilai sukses atau tidaknya seseorang jika hanya berdasarkan job desc nya..

Labels: ,


Self Reminder - Motivasi Bekerja
Wednesday, March 15, 2017 Wednesday, March 15, 2017 0 comments


"Bila anda di berikan gaji Rp 10.000.000,- oleh perusahaan namun anda bekerja seperti seseorang yang berpenghasilan Rp 20.000.000,- .. Maka Allah Ta'ala akan membayar lebih dengan kesehatan, keluarga yang bahagia, dan semisalnya. Namun, bila anda bekerja seperti seseorang yang di berikan gaji Rp 5.000.000,-, maka Allah Ta'ala akan menuntut sisanya dengan memberimu kesusahan, hutang, kesempitan, dan semisalnya. Jadi, bekerjalah maksimal. Ikhlaslah. Dan perhatikan apa yang Allah Ta'ala akan perbuat untuk kehidupanmu.."

- Anonim

Labels: , ,


Myelin - Mobilisasi Intangibles
Sunday, March 5, 2017 Sunday, March 05, 2017 0 comments

Intelegensi selalu mendapat singgasana yang cukup bagi sebagian besar buku dan literatur. Padahal, ada bagian lain yang kehadirannya cukup penting walaupun kurang diperhatikan oleh khalayak. Namun, sejatinya sangat diperlukan bagi manusia. Yang apabila terus diasah, maka akan menjadi sebuah kekuatan tak terhingga.

Rhenald Kasali di dalam bukunya yang berjudul "Myelin : Mobilisasi Intangibles Menjadi Kekuatan Perubahan" telah membuktikan eksistensi myelin melalui riset, pengalaman, dan pengetahuan yang dimilikinya.

Myelin merupakan muscle memory yang terletak di seluruh jaringan otot manusia. Myelin tersebar merata dalam bentuk sistem syaraf pada otot-otot, yang memberi perintah dan menyimpan informasi. Ia merupakan sumber dari segala talenta yang dibentuk melalui deep practice. Semakin intens seseorang terlibat dalam tindakan atau latihan, semakin tebal myelin-nya dan semakin hebat ia bekerja.

Seringkali kita meremehkan kekuatan muscle memory dan hanya memberi perhatian lebih kepada brain memory. Padahal manusia yang hanya membangun pengetahuan melalui brain-nya hanya akan menjadi manusia formula. Sedangkan manusia yang hanya melakukan latihan akan bergerak reflektif, otomatif. Apabila keduanya digabungkan, maka akan menghasilkan gagasan-gagasan atau tindakan-tindakan kreatif tiada akhir, yang disebut keunggulan daya saing.

Buku ini merupakan jawaban bagi siapa pun yang ingin membangun myelin di dalam diri masing-masing agar terus bertumbuh, inovatif, dan tangguh. Myelin dapat berupa warisan genetika, namun dapat dibentuk melalui latihan.

Di sepanjang buku ini, disajikan banyak contoh, baik perseorangan maupun perusahaan yang tetap berkembang berkat kekuatan intangibles yang terus mereka asah.

Tidak seperti buku-buku lain yang pernah saya baca, buku karangan Rhenald Kasali selalu saja kaya dengan wawasan ilmu pengetahuan. Penjelasannya ringkas, transparan, dan mengubah sudut pandang.

Bagian pertama menjelaskan pentingnya pemahaman intangibles serta peranan intangibles dan myelin dalam memobilisasi kekuatan dan menciptakan keindahan. Terobosan, kepemimpinan, perubahan, dan kewirausahaan tidak hanya memerlukan otak (pengetahuan), tetapi juga membutuhkan gesture, action, body language, dan keterampilan.

Bagian kedua, lebih kepada upaya untuk membangun intangibles dengan melibatkan myelin. Dan untuk mendapatkan intangibles dibutuhkan lebih dari sekedar individual discipline. Ada pun intrepreneuring, knowledge management, value creation, dan disipln ekspansi. Mereka semua dibentuk secara konsisten dan terus-menerus.

Sedangkan pada bagian ketiga, membuka pemahaman pentingnya intangibles. Tidak hanya kepada individu melainkan efek luar biasa yang ditimbulkannya. Ketidakberadaannya intangibles pada suatu bangsa atau perusahaan akan mematikan tata nilai. 

Oleh karena itu, tugas kita sebagai manusia untuk mengembangkan keterampilan yang sudah ada dan membentuk keterampilan baru. Dan mewujudkan fondasi di dalam diri masing-masing agar myelin yang merupakan berkah dari Allah SWT dapat dioptimalkan.

Labels: ,


A Compass To Fulfilment
Wednesday, October 26, 2016 Wednesday, October 26, 2016 0 comments

A Compass to Fulfillment
Gairah dan Spiritualitas dalam Hidup Sehari-Hari dan Bisnis
- Kazuo Inamori



Sebuah buku best seller internasional yang mengeksplorasi tentang bagaimana manusia seharusnya berpikir dan bertindak dengan menghilangkan batasan etnis, agama, bahasa, dan budaya.

Buku ini dipenuhi dengan pesan-pesan kebaikan. Dibagi menjadi 4 Bab. Bacaan ringan yang akan membuat pembacanya untuk kembali menjadi manusia seutuhnya yang tetap "putih". Buku ini menyertakan pesan-pesan spiritualitas yang berpedoman kepada ajaran Buddhis. Walaupun saya seorang Muslim, namun saya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Oleh karena, setiap ajaran agama pasti mengajarkan hal yang baik. Melalui buku ini, saya mendapatkan pemahaman yang baru mengenai agama Buddhis yang sebelumnya saya sama sekali tidak mengetahuinya. Salah satu contohnya dalam sebuah cerita Buddhis tentang kerakusan manusia.

Kazuo Inamori memberikan contoh yang konkret dan hubungan yang jelas antara pesan yang disampaikan. Ia menyertakan perjalanan bisnisnya membangun Kyocera dan DDI Corporation. Yang menarik bagi saya adalah melalui buku ini saya dapat mempelajari falsafah hidup dari orang-orang Jepang, yang selama ini ketekunannya telah diakui di seluruh dunia.

Keunggulan Jepang dalam hal bekerja telah banyak diakui. Sebagai contoh Jenderal Douglas MacArthur, yang dahulu memimpin pemerintahan pendudukan Amerika di Jepang, bersaksi di depan Kongres tentang etos kerja bangsa Jepang ketika membahas kebijakan Timur Jauhnya. Ia mengumumkan bahwa angkatan kerja Jepang unggul baik dalam hal kualitas maupun kuantitas daripada angkatan kerja negara lain mana pun, memuji bahwa pekerja Jepang memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap pekerjaan dan pemahaman bahwa kebahagiaan lebih sering ditemukan dalam pekerjaan dibanding dalam waktu istirahat.

Orang Jepang sadar bahwa usaha yang tekun memberi nilai dan makna kepada hidup mereka dan memperkaya hati. Mereka memandang pekerjaan sebagai alasan keberadaan. Kemampuan untuk merasakan bahkan kepada tugas-tugas yang menjemukan sebagai sesuatu yang nikmat melalui inovasi dan kearifan memikul tanggung jawab atas pekerjaan sebagai pilihan pribadi bukan paksaan.

Ada kalimat motivasi yang diberikan oleh Kazuo Inamori kepada karyawan-karyawan barunya, "Kyocera betul merupakan perusahaan kecil dan kami belum mempunyai sistem dan fasilitas yang sepatutnya. Namun, kalian lah orang-orang yang akan membantu perusahaan ini tumbuh dan berkembang sehingga di masa mendatang kita dapat menyediakan tunjangan-tunjangan yang sesuai."

Buku ini merupakan pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin menjadi manusia berkualitas tidak hanya di bidang bisnis namun juga di kehidupan sehari-hari. 

"Sebuah hari esok yang lebih baik akan datang ketika tiap orang memahami tugas mulia yang dipercayakan kepadanya dan berusaha keras untuk hidup dengan cara yang benar sebagai manusia." 

Labels: , ,


Sebuah Cerita Buddhis tentang Kerakusan Manusia
Tuesday, July 19, 2016 Tuesday, July 19, 2016 0 comments

Pada suatu hari, seorang musafir bergegas pulang meskipun angin dingin sedang bertiup pada akhir musim gugur itu. Sewaktu sedang berjalan, tiba-tiba ia melihat benda benda berwarna putih terserak di sepanjang jalan. Setelah diperiksa, ia sadar bahwa benda-benda itu adlah tulang manusia. Mengapa, tanyanya dalam hati, ada tulang manusia di sepanjang jalan itu? Itu aneh dan sangat tidak biasa, tetapi ia sudah sangat ingin pulang ke rumah, maka ia melanjutkan perjalanannya. Tak lama kemudian, seekor harimau yang besar sekali muncul di hadapannya dengan suara aumnya yang seperti guruh. Sang musafir terhenyak dan terguncang. Sekarang ia tahu dari mana tulang-tulang yang tadi ia lihat. Mereka adalah sisa-sisa musafir-musafir malang yang telah di mangsa oleh harimau.

Sang musafir dengan segera berbalik dan berlari melalui jalan yang sama, tetapi entah bagaimana ia tersesat dan menemukan diri berada di tepi sebuah ngarai. Di bawahnya ada laut yang bergejolak, dan di belakangnya ada seekor harimau. Karena tidak bisa maju atau mundur, ia mulai memanjat sebuah pohon pinus satu-satunya yang tumbuh di bibir ngarai. Akan tetapi, harimau itu juga mulai memanjat, menggunakan cakar-cakarnya yang panjang untuk mencengkeram pohon.

Karena yakin bahwa ini akan menjadi akhir riwayatnya, sang musafir mulai menyiapkan kematiannya ketika tiba-tiba ia melihat sebuah tanaman merambat bergantung di dahan yang ada di depannya. Ia mencengkeram tanaman rambat itu dan menggunakannya untuk meluncur turun dari tebing, tetapi sulurnya tidak cukup panjang untuk sampai ke tanah, jadi ia bergelantungan di udara.

Di bibir tebing, harimau menatap tajam ke arahnya. Di bawahnya, tiga ekor naga, berwarna merah, hitam, dan biru, sudah berkumpul di laut yang bergolak, menunggu untuk menyantapnya kalau ia terjatuh. Lebih buruk lagi, ia mendengar sebuah bunyi hewan sedang mengunyah dan ketika menengadah ia menemukan sepasang tikus hitam dan putih sedang bergantian menggigiti sulur tempatnya bergelantung. Seandainya tikus-tikus itu meneruskan ulah mereka, tempat bergelantungnya akan putus, dan ia akan terhujam langsung ke mulut naga-naga yang sedang menunggu.

Dalam keadaan putus asa, sang musafir menyentak sulur itu untuk menghentikan ulah kedua tikus. Ketika melakukannya, setitik cairan terjatuh ke pipinya. Ternyata madu. Ada sarang lebah dekat pangkal tanaman rambat, dan setiap kali ia mengguncang sulur, setetes madu terjatuh ke mulutnya. Terpikat oleh rasa manisnya, sang musafir lupa dengan bahaya yang sedang ia hadapi. Ia lupa bahwa ia terperangkap di antara seekor harimau dan tiga ekor naga. Ia lupa bahwa sepasang tikus sedang menggerogoti sulur tempatnya menyelamatkan diri. Yang terpikir olehnya hanya menyentak sulur untuk mendapatkan madu lebih banyak.

Kisah ini menggambarkan gaya hidup manusia secara lengkap. Konon, pengarang Rusia, Leo Tolstoy, pernah mengatakan bahwa tidak ada cerita lain yang bisa menggambarkan inti sari sifat manusia sebaik cerita tersebut. Cerita Buddha tadi menggambarkan kiasan-kiasan. Harimau menggambarkan status, kekayaan, dan ketenaran. Tikus hitam dan putih menggambarkan malam dan siang ; peralihan waktu. Kita hidup dalam ketakutan yang terus menerus dan berusaha menghindarinya, berusaha tetap hidup. Tetapi pegangan yang didapatkan cuma sebatang sulur yang rapuh. Bagaimanapun kita masih ingin menikmati madu ; nafsu-nafsu kita ; meskipun proses pengadaannya memperpendek hidup. Naga merah adalah sumber kemarahan, naga hitam sumber kerakusan, dan naga biru sumber rasa iri dan dengki.

Kita mungkin tidak bisa mengendalikan racun-racun yang ada di kehidupan, tetapi kita dapat dengan tekun mempraktikan ketulusan, sikap syukur, dan refleksi diri. Serta meredam hasrat-hasrat egois dan mengembangkan pikiran yang bersih.

- Diceritakan kembali oleh Kazuo Inamori di dalam buku A Compass To Fulfillment

Labels: ,


Hidup Seperti Cappucino
Saturday, July 16, 2016 Saturday, July 16, 2016 0 comments




Hidup itu seperti Cappuccino. Kita butuh gula sebagai pemanis, butuh biskuit sebagai pelengkap, dan kita butuh sendok supaya semuanya komponen cappucinno bersatu padu dan bisa dinikmati.

Biskuit diibaratkan sebagai cinta. Dan gula di ibaratkan sebagai sahabat. Sedangkan sendok diibaratkan sebagai sikap kita.

Biskuit bisa saja habis sebelum cappuccino yang kamu minum habis, dan bisa juga habis bersama dengan tetes terakhir cappuccinomu. Begitu juga cinta, kamu bisa bertahan dengan satu biskuit untuk menghabiskan cappuccinomu, tapi kamu bisa saja menghabiskan banyak biskuit untuk satu cangkir cappuccino.

Lain halnya dengan gula, dia bisa buat cappucinno jadi manis. Dan dia larut, jadi dia tidak mungkin meninggalkan cappucinno sendirian setelah dia memberi kemanisan. Tapi gula tidak akan bisa membuat cappuccino manis bila tidak ada sendok. Gula ada di dekat cappucinno tapi tidak bisa bercampur. Begitu pula dengan persahabatan, bila sikap kita benar, sahabat akan selalu bersedia untuk kita, kita harus menjaga sikap supaya sahabat kita tidak pernah ragu untuk menemani sampai cappucino kita habis.

Sumber

Labels:


Bersyukur & Syukurilah
Saturday, July 16, 2016 0 comments


Adakalanya kita perlu menangis
agar kita tau hidup ini bukan sekedar tertawa
Adakalanya kita perlu tertawa
agar kita tau mahalnya nilai air mata

Syukurilah kiranya ada yang menyakitimu,
karna dia mengajarimu arti tabah . .
Syukurilah sekiranya ada yang tidak memperdulikanmu,
karna dia mengajarimu berdikari. .


Syukurilah jika ada yang menjatuhkanmu,
karena dia menghebatkanmu untuk terus bangun kembali. . .
Syukurilah jika ada yang menyiksamu,
karena dia mengajarimu kesabaran dan ketabahan. .


Dari semua itu merupakan ujian yang harus kita lalui,
agar mencapai tingkat takwa.


Labels:


Self Reminder
Saturday, July 16, 2016 0 comments



"Tetaplah menjadi baik. Sekalipun terhadap orang lain yang berbuat jahat kepadamu. Karena kebaikanmu mencerminkan dirimu yang sebenarnya. Bukan orang lain.."

Labels:


Self Reminder - Orang Tua
Friday, July 15, 2016 Friday, July 15, 2016 0 comments



Dahulu kala di Jepang, pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.

Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkanny dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui. Sesampainya di dalam hutan yang sangat lebat, si pemuda menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena tidak menyangka ternyata dia tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya. 

Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumannya dia berkata, "Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa, Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikit pun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui denganranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai di rumah."

Setelah mendengar kata-kata tersebut, si pemuda menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk Ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang kerumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.

Orang tua bukanlah barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya orang tua yang mengerti yang mengerti kita dan batinnya akan menderita bila kita susah. Orang tua kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita.

Walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua. Namun, orang tua kita akan tetap mengasihi kita. Mari kita renungkan, apa yang telah kita berikan untuk orang tua kita, nilai seberapa pun tidak akan sebanding dengan pengorbanan ayah ibu kita. Muliakan ia selagi masih hidup dan doakan jika ia telah tiada..

Source : Line @Prestigeholics

Labels:


A Little Note

Hello~ you're welcoming here. This is my official diary . All in this blog is mine. Blog consists of daily rants like what I do and what I like. Totally boring, so I'd suggest you click the 'x' at the top right corner of your screen

Profile
Stuff


Memories



Credits

This layout is best viewed in Chrome
Thanks to :

My Treasure

Buku
Cerpen
Islam
Desain
Kutipan
Motivasi
Manajemen
Untaian Kata
Catatan Pribadi