Welcome to Dianka's world. Be nice here. Thank you! +Follow | Dashboard
Diary Of Dianka
Self Reminder - Motivasi Bekerja
Wednesday, March 15, 2017 Wednesday, March 15, 2017 0 comments


"Bila anda di berikan gaji Rp 10.000.000,- oleh perusahaan namun anda bekerja seperti seseorang yang berpenghasilan Rp 20.000.000,- .. Maka Allah Ta'ala akan membayar lebih dengan kesehatan, keluarga yang bahagia, dan semisalnya. Namun, bila anda bekerja seperti seseorang yang di berikan gaji Rp 5.000.000,-, maka Allah Ta'ala akan menuntut sisanya dengan memberimu kesusahan, hutang, kesempitan, dan semisalnya. Jadi, bekerjalah maksimal. Ikhlaslah. Dan perhatikan apa yang Allah Ta'ala akan perbuat untuk kehidupanmu.."

- Anonim

Labels: , ,


Tetap Semangat
Saturday, July 16, 2016 Saturday, July 16, 2016 0 comments

Tulisan ini saya tujukan untuk teman-teman yang belum memiliki kesempatan untuk melanjutkan menempuh pendidikan lanjutan di universitas. Apabila kamu masih muda, berusia 18 tahun, dan memiliki kemampuan kejuruan. Berbahagialah. Karena kamu memiliki poin lebih yang mampu kamu banggakan kepada orang lain. Tidak perlu berkecil hati apabila kamu tidak lulus seleksi penerimaan Universitas impianmu. Masih ada beribu cara untuk menggapai impianmu. Mungkin bukan sekarang tapi nanti :)

Saat ini Allah ta'ala sedang menyiapkan kejutan-kejutan istimewa untukmu yang nantinya tidak akan kamu duga-duga. Hingga pada akhirnya kamu akan tersadar bahwa rencana yang Allah ta'ala berikan lebih indah daripada impianmu. Bersabarlah dan tetap berbaik sangka terhadap Allah ta'ala.

Tenang saja, saya dan ribuan teman-teman yang lainnya pun pernah merasakan yang kamu rasa saat ini. Cerita sedikit, saya adalah lulusan dari SMP Negeri berbasis Internasional terbaik di Jakarta Utara. Ketika masanya tiba untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, saya bisa saja memilih melanjutkan ke SMA Negeri. Namun, melihat keinginan orang tua yang menganjurkan saya untuk bersekolah di SMK - saya tidak bisa menolak. Melihat dari kondisi ekonomi keluarga yang sedang sulit karna ayah saya terkena PHK masal. Saya memilih untuk melanjutkan sekolah kejuruan Farmasi di daerah Jakarta Pusat. Dengan meminjam uang dari saudara dan kerabat orangtua, saya berhasil menamatkan pendidikan SMK selama 3 tahun.

Ketika lulus, saya menulis lebih dari 10 lembar surat lamaran pekerjaan dan disebar ke rumah sakit juga perusahaan farmasi. Berkeliling. Berpanas-panasan naik angkutan umum. Mencoba hingga ke daerah yang sulit dijangkau kendaraan. Tetap semangat walaupun satu per satu teman saya sudah diterima bekerja. Saya pernah menjalani tes dan interview di beberapa tempat. Namun, ada saja hal-hal yang membuat serangkaian tes tersebut belum berhasil. Lebih sering karena jarak yang jauh dan akses yang dikhawatirkan oleh orangtua saya. Walaupun sebenarnya saya baik-baik saja dengan hal tersebut, namun pemikiran orangtua lain cerita.

Saya sempat bekerja di apotek sebuah Klinik Bersalin yang cukup besar di daerah Mangga Dua. Sampai akhirnya, berkat doa orangtua dan kehendak Allah ta'ala - saya diterima bekerja di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat. Alhamdulillah, hingga saat ini saya masih bekerja disana. Pengalaman, ilmu pengetahuan, kenangan, banyak hal yang dapat saya pelajari disana. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar dan terbuka terhadap hal-hal baru. Karna semua itu tidak akan kamu temui di Universitas mana pun. Lingkungan yang membentuk kepribadian kamu. Oleh karena itu, pandai lah mencari teman.

Terkadang saya pun iri dengan teman-teman semasa SMP yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas ternama di Indonesia. Namun, segera saya menyingkirkan perasaan-perasaan tersebut. Allah ta'ala sudah memberikan kehidupan yang sempurna kepada saya saat ini. Saya sudah memiliki penghasilan dan dapat melanjutkan pendidikan di Universitas swasta di Jakarta dengan biaya sendiri tanpa harus membebankan kepada orangtua.



Setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda-beda. Tidak usah iri dan hiraukan perkataan orang lain yang dapat memadamkan mimpi-mimpimu. Justru kamu harus berbangga hati apabila dapat menghasilkan uang dan membantu orangtua di usia yang masih muda. Namun, jangan kubur keinginanmu saat ini. Tetap di tanamkan di dalam hati. Terus berdoa dan berikhtiar, maka lihatlah apa yang akan Allah ta'ala berikan kepadamu nanti :)

Labels: ,


Pelajaran Penting Tentang Kehidupan
Friday, July 15, 2016 Friday, July 15, 2016 0 comments

Hari ini aku termenung kembali. Mengingat – ingat setiap kerikil tajam di masa lalu. Pahitnya hari yang harus aku lalui. Betapa setiap butir nasi sebagai perumpamaan atas jerih payahku bekerja sungguh tak ternilai harganya. Bukan berdasarkan nominal. Melainkan pengalaman, baik suka maupun duka. 

Ah, seandainya saja aku menyadari nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT sejak lama. Tentu aku akan menjadi pribadi yang lebih bahagia. 

Aku mempelajari banyak hal. Dari lingkungan, teman – teman, bahkan saat aku berinteraksi dengan pasien. Pekerjaan apa pun bila dijalani dengan hati yang lapang dan ikhlas, akan terasa ringan. Lihatlah lebih dekat sekeliling kita. Akan selalu ada  kebaikan dan manfaat yang akan kita terima.

Belajar ikhlas sangat sulit. Akan selalu ada alasan-alasan lain untuk menyerah pada keadaan. Namun, bila kita bisa berteman baik dengan ikhlas, segala sesuatunya akan terlihat lebih indah.


Bila gelap yang menyelimuti hati, bagaimana cahaya bisa terlihat dan menyelusup masuk?

Labels: ,


Penting Untuk Diketahui
Friday, July 15, 2016 0 comments

Ada kalanya nanti kita akan dihadapkan kepada situasi yang tidak biasa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kemana dan bagaimana harus bersikap.


Berikut akan saya cantumkan nomor telepon penting yang bisa anda simpan :

Nomor telepon Polisi : 110

Nomor telepon Ambulans : 118 dan 119.

Nomor telepon badan Search and Rescue Nasional : 115.

Nomor telepon Posko Bencana Alam : 129.

Nomor telepon Perusahaan Listrik Negara (PLN) : 123.

Nomor telepon Pemadam Kebakaran : 113 atau 1131.

Nomor telepon nomor darurat telepon selular dan satelit : 112

Nomor telepon konseling masalah kejiwaan Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Kemenkes RI : Hotline 500-454

Misalnya anda lupa atau bingung, bisa menghubungi nomor telepon 147 yaitu, operator telkom :)

Labels:


Prosedur Pelayanan Resep (2)
Friday, July 15, 2016 0 comments




Untuk pasien Jaminan Perusahaan (Asuransi), prosedurnya hampir sama :

1. Melakukan screening resep. Di bagian belakang resep harus disertakan cap jaminan perusahaan dan disertakan nama penjamin Asuransi. Cap ini diberikan saat anda berada di Kasir. Apabila Kasir lupa, anda boleh mengingatkannya.

2. Kemudian resep diberi harga di Farmasi dan diinput kedalam SIM RS. Proses ini membutuhkan No.RM pasien. Oleh karna itu, barcode pasien sangat penting. 

3. Setelah itu, pasien kami beri Nomor Antrian. Pasien dapat menunggu ditempat yang telah disediakan.

Proses pengerjaan resep, normalnya membutuhkan waktu 15 menit, untuk obat obat non-racikan. Sedangkan obat obat racikan membutuhkan waktu 30-45 menit, disesuaikan dengan kondisi dilapangan. Apabila saat itu resep racikan datang bersamaan, maka 45menit tidak akan cukup.

Selain Resep Tunai dan Resep Jaminan Perusahaan, masih ada satu jenis resep yang kami layani. Yaitu, resep khusus untuk pasien pasien yang merupakan pejabat di TNI AD. Meliputi pasien dengan pangkat Brigjen, Mayjen, Letjen, Jendral, maupun Laksamana. 

Prosedur pengerjaannya hampir sama dengan yang lain. Yang membedakan hanyalah proses penagihan obat-obat yang telah diberikan.

Untuk pasien PATI, harus dilengkapi pangkat, NRP, dan kesatuan. Supaya memudahkan dalam penerbitan SJP "Surat Jaminan Peserta". Biasanya resep resep PATI, diberikan oleh perawat maupun ajudannya dan tidak kami berikan nomor antrian. Resep dikerjakan sesuai dengan prosedur pengerjaan resep.

Sekiranya itu saja yang dapat saya tuliskan. Apabila masih ada yang kurang jelas, bisa ditanyakan di kolom komentar atau menanyakan kebagian Farmasi RSPAD Gatot Soebroto 021 3441008 ext 3118. Namun, diharapkan menghubungi saat jam dinas karna diluar jam dinas, petugas yang dinas terkadang bukan dari bagian yang sama seperti saya. Saya sangat mengapresiasi kritik dan saran dari anda, semoga dapat saya sampaikan kepada pimpinan. 

Semoga melalui tulisan ini, kerjasama antara pasien dengan tenaga Farmasi semakin terjaga karna kami sangat membutuhkan pemahaman dari pasien mengenai prosedur pelayanan Resep. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan, semoga bermanfaat :)

Salam Farmasi

Labels:


Prosedur Pelayanan Resep (1)
Friday, July 15, 2016 0 comments

Bagi anda yang belum / akan / atau pun sudah pernah menebus resep obat RAWAT JALAN di Farmasi PKM2 Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, berikut akan saya jelaskan prosedurnya.. Karna seringkali pasien yang belum pernah berobat, kesulitan memahami alur dalam pengambilan resep obat disana. 

Tulisan ini bukan tulisan resmi atau perintah dari atasan, 
hanya salah satu pemikiran pribadi. Semoga bermanfaat :)



Pasien yang menebus resep di Paviliun Kartika dibagi menjadi 3 kelompok, 
berdasarkan cara pembayarannya. 

Pertama, pasien yang membayar secara langsung. Kami menyebutnya membayar secara Tunai. Jadi pembayaran resep obat dibayarkan di Farmasi PKM saat itu juga, bisa menggunakan uang Tunai maupun Debit. Saat ini mesin EDC (mesin gesek) yang tersedia hanyalah mesin Mandiri dan BRI. 

Perlu diingat bahwa hanya Debit Mandiri dan Debit BRI yang tidak terkena biaya tambahan. Kartu kredit maupun debit selain Mandiri akan dikenakan biaya tambahan 2%, apabila melakukan transaksi menggunakan mesin Mandiri. Sedangkan kartu Kredit BRI dikenakan biaya tambahan 1,5% menggunakan mesin BRI dan kartu kredit maupun debit lain dikenakan biaya tambahan 1,8%.

Namun, bila menggunakan uang tunai tidak akan terkena biaya tambahan :D

Kedua, pasien yang memiliki jaminan Asuransi. Berlaku untuk pasien yang sejak awal di Pendaftaran, mendaftar sebagai jaminan Asuransi. Lain cerita bila anda berobat menggunakan sistem rembers, yaitu membayar menggunakan uang pribadi kemudian melakukan penggantian uang kepada Asuransi.

Saat ini, Asuransi yang bekerja sama dengan Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto ialah : 
  1. Jasindo
  2. Allianz
  3. ACA
  4. CAR
  5. Indocement
  6. Pertamina
  7. Inhealth Mandiri (Gold dan Platinum)
  8. Admedika / Kopelindo
  9. Telkom
  10. Garuda
  11. CIA
  12. PLN
  13. BNI LIFE
  14. Relife
  15. Sinarmas
  16. Puri Medika
  17. RS Polri
  18. Hotel Kartika Chandra
  19. Reliance


Prosedur pengerjaan Resep antara Resep Tunai dan Perusahaan Langganan hampir sama.. Yang membedakan hanyalah pada saat di awal transaksi. Biasanya di awal transaksi, kami akan menanyakan.. "Tunai atau Jaminan". Bila pasien-pasien sudah terbiasa, mereka akan menyebutkan sesuai dengan keperluannya.

Untuk pasien Tunai atau Card :

1. Pertama kali yang akan kami lakukan ialah screening resep. Mengecek kelengkapan resep. 

Kelengkapan Resep meliputi :

☆ Nama Pasien

☆ No. RM (Penting untuk kelengkapan administrasi, memudahkan melacak pasien yang telah terdaftar karna setiap pasien memiliki nomor Rekam Medis yang berbeda antara satu dengan yang lainnya)

☆ Cap Dokter (Penting untuk mengetahui dokter yang bertanggungjawab terhadap penulisan resep tersebut. Apabila ada salah satu komponen obat yang kami ragu penulisannya, kami akan menanyakan kepada sesama rekan kerja dan Apoteker. Namun, bila masih kurang yakin, kami akan menghubungi dokter yang menuliskan resep)


2. Tahap selanjutnya ialah menghargai resep. Apabila ragu, kami akan mengecek stok fisik obat sebelum memberi harga.  Terkadang antara stok di komputer dengan kenyataan di lapangan berbeda. Hal ini bisa terjadi karna obat yang telah diambil belum di posting. Ibarat barang sudah diambil - sudah dicatat, namun belum diinput. Karna penginputan resep, terjadi diakhir pengerjaan resep, saat transaksi hari itu akan ditutup. 

3. Setelah terjadi kesepakatan dengan pasien, kami dapat mengerjakan resep tersebut.

Penting untuk diketahui :

 Untuk obat obat yang persediannya sedikit atau pun habis, kami akan menawarkan opsi untuk memberikan Copy Resep kepada pasien untuk pasien mencari di apotek selain RSPAD Gatot Soebroto. Atau menelpon dokter apabila diperbolehkan melakukan penggantian obat dengan dosis dan isi yang sama. Namun, ada beberapa dokter yang tidak ingin ada penggantian obat :) Apabila hal itu terjadi, maka bagian Farmasi harus menyediakan obat yang dimaksut oleh dokter tersebut..

Terkadang dokter meresepkan obat baru yang kami belum menyediakannya. Atau obat khusus yang jumlahnya terbatas sehingga harus dipesan terlebih dahulu. Untuk itu, kami sangat menginginkan pasien untuk memahami hal ini, karna proses pemesanan obat tidak bisa dalam waktu yang singkat. Kecuali obat tersebut mudah didapat :) 

lanjut ke Bagian 2

Labels:


Amprah Obat
Friday, July 15, 2016 0 comments

Amprah obat adalah salah satu "ritual" penting. Amprah obat merupakan permintaan obat untuk persediaan. Dituliskan dalam kertas rangkap 2 atau 3 dan diberikan kepada Gudang. Masing-masing Depo memiliki buku amprahannya sendiri.

Gudang Farmasi RSPAD Gatot Soebroto melayani amprahan dari Depo Farmasi Rawat Jalan dan Depo Farmasi Rawat Inap di Paviliun Kartika, Farmasi Swasta Pkm3, UGD, ICU, Depo Dokmil, Instalasi Farmasi Pusat, Depo Perawatan Umum, dan Rawat Mondok. Sudah terbayang kan kesibukan mereka di pagi hari, melayani permintaan amprahan dari semua Depo :D

Tadinya, setiap pagi kami melakukan kegiatan amprah obat. Namun, setelah di sesuaikan dengan kondisi di pagi hari, kami memutuskan untuk melakukan kegiatan amprah di sore hari.

Contoh, amprah sore hari Senin kami tuliskan untuk pagi hari Rabu. Apabila kami melakukan amprah obat di pagi hari, obat obat persediaan yang datang dari gudang akan datang di siang hari saat kami sedang sibuk mengerjakan resep.

Ada kalanya, persediaan obat yang ada di Farmasi kami habis karna banyaknya permintaan resep obat. Sebelum benar-benar habis, kami perlu memberitahu gudang untuk memesankan kembali obat tersebut. Untuk itu, pentingnya hubungan erat antara Gudang dan Depo Pelayanan Farmasi. 

Antara masing-masing Depo pun harus terjalin kerjasama. Karna apabila kami mencari obat tertentu dan persediaan di dalam Gudang habis, sedangkan pemakaiannya harus disegerakan, maka kami perlu mencari ke Depo - Depo Farmasi lain di seluruh RSPAD. Hal ini juga terjadi apabila Depo lain dihadapkan kepada situasi yang sama. 

Amprah Obat dilakukan bersama. Kami saling bekerja sama dalam menulis Misal, saya di bagian Rak Sirup dan obat obat yang berada di etalase depan, Charin dibagian obat generik, dll. Begitu pun dalam membereskan amprahan obat-obatan yang sudah datang. Kami saling bekerja sama :) 

Amprah obat sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pengerjaan resep di Farmasi. Untuk obat obat yang sering kali diresepkan oleh dokter, kami akan menuliskan jumlah yang lebih banyak dibandingkan obat-obat yang jarang diresepkan. Kami lebih mengkhususkan untuk obat obat Rawat Jalan, sedangkan infus, alat kesehatan, dan obat obat Rawat Inap kami hanya meminta sedikit untuk persediaan..

#SalamFarmasi

Labels:


Sehari Menjadi Pasien
Friday, July 15, 2016 0 comments

Sore hari itu, aku pergi berobat ke sebuah klinik. Kliniknya sederhana dan berada di dalam gang kecil. Keluargaku sudah langganan berobat disana. Ibuku bilang sejak aku kecil. Namun, sayangnya aku tidak mengingatnya.

Sejak pagi aku merasa pusing. Sekujur tubuhku demam, namun tanganku dingin dan berkeringat. Sembari bekerja, aku menahan sakit. Rasanya aku tidak sabar menunggu jam pulang tiba. Dan ingin segera merebahkan diri di tempat tidur.

Aku meminum obat pereda nyeri, suplemen, dan obat radang. Berharap sakit yang aku rasakan berkurang. Namun, sampai waktu pulang tiba. Aku masih saja merasakan pegal dan nyeri diseluruh tubuh. Lucunya, aku bekerja di RS tapi aku sendiri enggan berobat disana. Aku mencoba untuk bertahan, sampai akhirnya aku menyerah, aku harus ke dokter :D

Sebenarnya yang ingin aku bahas disini adalah saat aku berobat di klinik.

Di klinik A, dokternya ramah. Beliau ke-bapak-an dan mau mendengar keluhan yang aku rasakan. Namun, ketika aku menuju bagian obat, aku merasa sedikit unmood berhadapan dengan tenaga kefarmasiannya. Ia terlihat jutek menjawab pertanyaanku :D

 Dokter meresepkan vitamin C, aku berpikiran untuk tidak mengambilnya. 
Percakapanku kira-kira seperti ini :
Aku : Mba, yang vitamin gausah diambil ya
Mba : Emangnya ada vitamin?
Aku : Ini yang kedua, vitamin C (sambil menunjuk resep obat)
Mba : Ini yang dikunyah, sekali minum 3. Emangnya punya?
Aku : Namanya apa?
(Aku menebak Vitamin C yang dimaksut ialah Vitamin C dosis 50mg)
Mba : ......*diam*

Akhirnya aku menurut saja saat ibuku bilang "udah gapapa ambil aja semua obat yang diresepkan." Aku pun memilih duduk kembali, dan menunggu dengan manis. 

Aku sendiri bukan tipikal orang yang mudah marah, kecuali dalam hal - hal tertentu yang sangat mengusik perasaanku. Lagipula, yang terjadi saat itu pun sepele. Aku memilih untuk "ah ya sudahlah ikuti aja". Aku memposisikan diriku saat sedang menyiapkan obat. Mungkin mba itu sedang lelah, habis dimarahi, belum makan, atau......entahlah. 

Padahal maksutku agar mengurangi stok obat dirumah. Aku sudah membeli suplemen dari tempat aku bekerja, apabila ditambah lagi tentu mubadzir bukan? 

Setibanya dirumah, yang aku sangat ingat bukan resep obat, obat, atau dokternya. Melainkan tenaga kefarmasiannya. Seperti itu ya rasanya menjadi pasien. Sakit, harus menunggu dengan sabar, dan ingin sekali cepat sampai dirumah. Tentu tidak enak rasanya, bila kita sedang sakit lalu harus berhadapan dengan sesuatu hal yang tidak menyenangkan hati. 

Aku teringat perkataan Guru Farmakognosiku saat SMK, ibu Vony. 

"Saat kamu sudah bekerja dan menjelaskan obat kepada pasien, berbicaralah yang jelas. Berikan senyum kepada pasien. Dan bekerjalah dengan cepat. Apabila kamu, memasang wajah jutek dan galak, pasien yang kamu berikan obatnya tidak akan ingat apa yang saat itu kamu jelaskan. Melainkan, ia akan mengingat wajah kamu yang saat itu bersikap kurang baik"

Dan sudah aku buktikan :D :D :D

Selama ini, saat aku berobat aku selalu positif thinking. Dan tidak terlalu memperhatikan. Saat mendapatkan obat pun, aku jarang bertanya-tanya kepada tenaga kefarmasiannya. Alhamdulillah, aku jadi mengerti bahwa pelayanan yang baik itu sangat penting. Hal ini pun menjadi koreksi aku supaya harus lebih baik lagi dalam bekerja. 

Aku tidak sempurna dan jauh dari sempurna. Terkadang aku pun lupa untuk tersenyum karna serius mengerjakan resep. Namun, aku selalu berusaha untuk melayani pasien dengan sebaik-baiknya. Jadi, untuk diriku maupun tenaga kefarmasian yang lain... 

Semangat bekerja dan tetap tersenyum menjalani hari :) 
Fighting!

#SalamFarmasi

Labels:


A Little Note

Hello~ you're welcoming here. This is my official diary . All in this blog is mine. Blog consists of daily rants like what I do and what I like. Totally boring, so I'd suggest you click the 'x' at the top right corner of your screen

Profile
Stuff


Memories



Credits

This layout is best viewed in Chrome
Thanks to :♚♚♚

My Treasure

Buku
Cerpen
Islam
Desain
Kutipan
Motivasi
Manajemen
Untaian Kata
Catatan Pribadi