Welcome to Dianka's world. Be nice here. Thank you! +Follow | Dashboard
Diary Of Dianka
......
Saturday, December 18, 2021 Saturday, December 18, 2021 0 comments




Jakarta, 17/Des/2021

Ini adalah sebuah frasa sederhana
Tentang dua insan yang sebelumnya
Dipisahkan oleh jarak 
Tidak saling mengenal
Tidak pernah bertegur sapa
Berada di ruang lingkup 
dan kisah hidup yang sangat berbeda
Tidak pernah terpikirkan sebelumnya 
Bahwa akan saling jatuh cinta :)

Karna jika memang sudah takdirnya
Serumit apapun kisah hidup keduanya
Allah akan mempertemukan di tempat 
dan waktu yang tidak disangka-sangka
Allah akan mendekatkan jika memang sudah siap 
untuk menjalani fase kehidupan berikutnya :)


Labels:


Packing Time
Thursday, November 25, 2021 Thursday, November 25, 2021 0 comments



Packing menjadi saat-saat yang menyenangkan untukku, karna sembari membungkus aku juga membayangkan ketika cust menerima dan membuka "bingkisan" 

Oleh karna itu, aku selalu all-out dan berusaha memberikan yang terbaik, tidak hanya dari produk itu sendiri tetapi juga packagingnya, dan memikirkan juga bagaimana cara agar produk yang aku buat bisa diterima dengan baik oleh cust 

Ketika kita menyukai apa yang dikerjakan, secara otomatis tidak ada perasaan beban pada saat mengerjakan. Lelah dan capek pasti ada, tapi tergantikan dengan perasaan puas ketika melihat hasil. Termasuk ketika cust memberikan feedback positif.

Dan hal itu sudah aku rasakan sendiri. MasyaAllah Tabarakallah :)

Labels: ,


#Bismillah
Friday, November 19, 2021 Friday, November 19, 2021 0 comments

Qadarullah wa ma sya’afa’ala
Segala sesuatu yang terjadi 
dan takdir di kehidupanku 
adalah ketetapan yang terbaik di sisi Allah. 

Bersyukur kepada Allah atas segala skenario 
yang telah Allah berikan yang terjadi dihidupku.

Bahwa akan selalu ada jawaban dari setiap peristiwa
Mungkin bukan saat ini, tetapi nanti..
Alhamdulillah :)

Labels:


#Self Reminder - Cinta
Tuesday, March 17, 2020 Tuesday, March 17, 2020 0 comments

Setiap manusia sudah fitrahnya ingin merasakan kasih sayang.
Setiap manusia pasti mendamba untuk menyempurnakan agamanya.

Tapi ketika seseorang yang namanya dituliskan di Lauh Mahfudzh
masih disembunyikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala,
pastilah ada hikmah dibalik semua itu..

Bahwa..

Masih ada amalan wajib yang harus disempurnakan
dan amalan sunnah yang belum rutin dikerjakan. 
Masih ada 30 Juz di dalam Al Quran yang harus dipahami
seluruh isi dan kandungannya. 
Masih ada berbagai ilmu yang bermanfaat yang harus dipelajari. 
Masih ada impian dan cita-cita yang harus diperjuangkan. 
Dan masih ada orangtua yang harus dibahagiakan.

Sebelum Allah Subhanahu wa Ta'ala 
memberikan tanggung jawab yang lebih besar lagi 

Labels: , ,


Masa Depan
Tuesday, March 17, 2020 0 comments

Kita memang tidak bisa memilih untuk terlahir di sebuah keluarga. Tapi kita bisa memilih untuk membina rumah tangga dan membangun sebuah keluarga seperti yang kita mau. Terutama kesadaran pentingnya seorang ibu sebagai madrasah pertama bagi seorang anak. Dan pentingnya seorang ayah sebagai pemimpin dan kepala keluarga. Keluarga seperti apa yang ingin dibangun. Orientasinya kepada apa. Bagaimana visi misinya. Harus berpikiran visioner jauh kedepan. Karna hidup di dunia bukan hanya sekedar hidup. Ada tujuan dan tanggung jawab.....

Labels:


Random
Friday, October 4, 2019 Friday, October 04, 2019 0 comments

Hanya beberapa pemikiran yang terlintas di kepala :

1. Ketika aku mempelajari ilmu agama, aku merasa bahwa ilmu yang aku pelajari masih sangat sangat sangat (jauh) sedikit. Perumpamaannya seperti hanya setetes air diantara samudera yang begitu luas. Coba saja dibayangkan. Begitu kecil dan hina diri kita dibandingkan dengan kebesaran Allah :(

2. Aku ingin membangun keluarga kecil yang sederhana dan bahagia. Saling mencintai karna Allah. Berlandaskan Al Qur'an dan Sunnah. Penuh kasih sayang seperti yang aku rasakan dari kedua orangtuaku. Dan bertujuan kepada Akhirat.

3. Aku ingin sekali memiliki mushala kecil di rumah sebagai tempat khusus beribadah kepada Allah. Tidak besar tapi cukup untuk shalat berjamaah bersama keluarga. Mushala yg nyaman dan membuat betah untuk berlama-lama beribadah disana. Khusus shalat dan membaca Al Qur'an. Aktivitas lain tidak diperbolehkan.

4. Aku juga ingin memiliki perpustakaan sendiri di rumah. Tempat menaruh koleksi bacaan Islam dan motivasi. Membiasakan anak-anak untuk membaca (insyaAllah suatu hari nanti jika Allah mengizinkan). Membuat mereka menyenangi aktivitas membaca buku. Sehingga hal-hal lain yg tidak bermanfaat akan ditinggalkan.

Yakin dan percaya, Allah akan mengabulkannya.
Suatu hari nanti, inshaAllah :)

Labels: ,


Creative-Muslim-Preneur
Friday, October 04, 2019 0 comments

Reason Why I Want To Be A Creative-Muslim-Preneur

Karna setiap apa yang dilakukan di dunia akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Jadi sebisa mungkin setiap hal yang dilakukan harus menjadi tabungan pahala di Akhirat. Membawa kebaikan tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga orang lain.

Karna Allah telah menganugerahkan akal, pengetahuan, keterampilan, maupun fisik yang sempurna. Allah telah menganugerahkan kepada kita kemampuan berpikir dan potensi yang luar biasa. Akan lebih baik lagi jika dapat memaksimalkan potensi tersebut tidak hanya bagi kesejahteraan diri sendiri tapi juga kebermanfaatan bagi orang lain. Terutama bagi agama yaitu Islam.

Rasulullah Saw bersabda :
"Barangsiapa mengajak orang lain kepada kebaikan, dia akan mendapat pahala yang sama seperti pahala yang diperoleh oleh mereka yang mengikuti kebaikan tersebut. Pahala yang diperolehnya tidak berbeda sedikit pun dengan pahala mereka." - HR Al Tirmidzi 2674

Rasulullah Saw bersabda : "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain" (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)

Dan ada satu pesan dari Amru Khalid, seorang penulis yang buku bukunya selalu aku senangi.

"Saudaraku, janganlah kalian hidup untuk diri kalian sendiri tapi hiduplah untuk orang lain dan bersama orang lain. Janganlah kalian taat pada-Nya lalu kemudian meninggalkannya. Tapi hendaknya kalian bisa menjadi perantara bagi orang lain untuk bisa taat kepada-Nya. Menjadi perantara orang lain mendapat hidayah Allah. Berbuatlah demi Allah dan berniagalah dengan-Nya, karena itu merupakan perbuatan shaleh dan perniagaan yang memberi keuntungan sangat besar." -Amru Khalid

Semoga Allah Ta'ala menerima amal ibadah kita semua dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. Aamiin <3 p="">

Labels: ,


Journal of Muslim
Friday, October 04, 2019 0 comments



Bismillah..

Awal mula aku buat Journal of Muslim sebenarnya lebih untuk diri aku sendiri. Aku punya juga jurnal dengan model yang isinya hampir sama. Berupa tabel-tabel amalan sunnah harian dan Qur'an, tapi manual. Menggaris dan menulis tangan menggunakan pulpen warna-warni.

Tapi kok aku merasa bahwa ini kurang efisien. Terkadang, aku sibuk dengan kegiatan dan hampir tidak punya waktu untuk menggaris-garis dan menulis. 

Aku ingin punya buku agenda yang sudah di desain khusus. Aku hanya tinggal men-ceklis dan menulis sedikit saja. Tidak repot-repot membuat tabel. Aku ingin memiliki planner sederhana yang khusus untuk Akhirah saja. Tidak tercampur dengan hal-hal yang bersifat duniawi. Aku juga ingin planner yg simple dan mudah dibawa. Tapi, ketika aku mencari-cari notes/journal sejenis yang sesuai dengan keinginan aku, ternyata tidak ada dimana pun. 

Alhamdulillah, atas izin Allah, terpikirlah ide untuk membuat Journal of Muslim. Alhamdulillah, Allah memberikan kepadaku kemampuan untuk membuat desain, sehingga aku bisa membuat desain sendiri sesuai keinginan aku. Alhamdulillah lagi, Allah memudahkan aku mewujudkan ide-ide tersebut :)

Journal of Muslim semata-mata dibuat karna ingin memudahkan aku dan teman-teman dalam mengerjakan amalan. Agar dapat selalu ber-muhasabah. Sehingga memiliki mindset "Amalan yg aku kerjakan belum rutin nih. Besok harus lebih baik lagi" atau "Puasa kemarin terlewat, berarti puasa besok ga boleh terlewat lagi". Seperti itu. Lebih ke personal dan privasi tiap individu.

Karna dengan me-review hal yang telah kita lakukan, akan lebih mudah untuk menilai dimana letak kekurangan kita. Sehingga dapat termotivasi menjadi pribadi muslim yang lebih baik lagi. InsyaAllah. Dan ketika kita disibukkan dengan kekurangan diri sendiri. Kita jadi tidak memiliki waktu untuk melihat kejelekkan orang lain atau menggunakan waktu kepada hal-hal yg tidak perlu. Sehingga sedikit demi sedikit, kita bisa bersama-sama rutin mengerjakan sunnah. Bersama-sama berusaha untuk mendapat ridha dari Allah. Bersama-sama bertemu di surga-Nya. Aamiin.

Dan jangan lupa untuk senantiasa meluruskan niat ibadah, bekerja, semua yg kita lakukan karna Allah. Hanya karna Allah. Tidak boleh karna tercampur hal apapun.

Tetap semangat yaa teman-teman. Yuk kita bersama-sama penuhi lembaran catatan amalan perbuatan kita di dunia dengan hal-hal yang di ridhai Allah dan terus berdoa kepada Allah agar Allah menerima amal ibadah kita. Aamiin

Semoga dengan adanya Journal of Muslim, aku dan teman-teman menjadi semakin semangat memperbaiki diri dengan niat ikhlas karna Allah. Aamiin :)

Labels: ,


24
Friday, September 20, 2019 Friday, September 20, 2019 0 comments

Ketika usia bertambah, semakin mendekat pula 
batas waktu yg diberikan oleh Allah. 
Semoga Allah memanjangkan umurku dalam kebaikan. 
Menetapkan hatiku dalam keimanan. 
Melimpahiku dengan kerahmatan. 
Menolongku dalam setiap kesulitan.
Dan menjagaku dari dosa dan keburukan.
Aamiin

Labels: ,


Kematian
Tuesday, September 3, 2019 Tuesday, September 03, 2019 0 comments

Sebuah kisah yang indah. Baru saja membaca berita mengenai seorang mualaf. Selang 4 jam setelah syahadat, Allah panggil. Berpulang ke Rahmatullah dalam keadaan suci seperti bayi yang baru terlahir. Dosa dimasa lalunya diampuni. Betapa beruntungnya, Allah menyelamatkan di akhir sisa hidupnya. MasyaAllah Tabarakallah.

Berkaca terhadap diri sendiri. Sedangkan kita yang terlahir di keluarga Islam, lingkungan Islam masih sering berbuat salah dan khilaf. Akankah suatu hari nanti ketika waktunya tiba dapat berjumpa dengan Rabb dalam keadaan yang sedemikian rupa?
Akankah kita wafat dengan husnul khotimah?
Mampukah lidah ini melafalkan Lailahaillallah di saat-saat terakhir?
Amalahn apa sajakah yang sudah dipersiapkan?

Tidakkah kita merasa iri terhadap orang lain yang begitu dicintai oleh Allah?
Tidakkah kita merasa cemburu dengan seorang yang Allah izinkan untuk berada dekat dengan-Nya?
Lantas apa yang selama ini telah kita lakukan?
Bagaimana bisa meraih derajat yang tinggi di sisi Allah ketika diri ini seringkali teralihkan oleh fatamorgana dunia?

Seketika pertanyaan-pertanyaan itu terlintas di kepala.

Karenanya di setiap akhir shalat diwajibkan untuk berdoa kepada Allah, agar diberikan ketetapan hati, di istiqomahkan, di wafatkan dalam keadaan husnul khotimah, maupun doa-doa yang lainnya. Diwajibkan bagi kita untuk menyembah hanya kepada Allah dan menggantungkan diri hanya kepada-Nya.

Dan karena Allah sudah memberikan kita nikmat keimanan Islam sejak kecil, sudah sepatutnya kita melaksanakan semua ketetapan Allah. Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Semua orang pasti merasakan takut, khawatir, kalut, dan bertanya-tanya tentang waktu kematian yang akan menjemputnya. Aku pun sama. Kekhawatiranku yang terbesar adalah aku merasa belum layak dan amalan yang aku lakukan belumlah cukup besar dibandingkan dosa yang telah aku perbuat.

Tapi, bukankah sebaik-baik pengingat adalah mengingat kematian?

Labels: ,


BIBLIOPHILE
Monday, July 8, 2019 Monday, July 08, 2019 0 comments


Labels: ,


.........
Wednesday, June 26, 2019 Wednesday, June 26, 2019 0 comments

Pernahkah kamu melihat sebuah postingan di sosmed mengenai sesuatu hal dan seketika itu pula kamu tertegun dan terenyuh? Perasaanmu menjadi campur aduk. Seketika sedih dan menangis. 

Aku salah satunya. Aku mudah menangis dan merasa iba. Walaupun hanya sekedar melihat postingan mengenai orang lain yang aku sendiri pun tidak tau dan tidak kenal, entah kakek, nenek, orang yang sudah tua, siapapun itu yang memiliki kemalangan atau kesulitan dikehidupannya. Atau menceritakan perjuangan hidupnya. Aku paling tidak bisa melihat hal-hal seperti itu karna seketika air mata aku akan mengalir. 

Entah aku yang terlalu perasa atau karna memang sewajarnya manusia memiliki perasaan kasih sayang terhadap sesama makhluk ciptaan Allah. Dan yang membuat aku menjadi sedih dan menangis adalah karna aku berkaca terhadap diriku sendiri. Aku memiliki tempat tinggal, pekerjaan, dan dititipkan harta yang cukup oleh Allah. Sudah seharusnya aku bersyukur dan tidak kufur terhadap nikmat yang begitu besar yang telah Allah berikan. 

Seperti saat ini ketika aku futur, Allah kembali mengingatkan aku dengan postingan mengenai kakak-adik yang tinggal dipelosok dan untuk bersekolah harus menempuh perjalanan melewati hutan belantara, berangkat sejak jam 3 subuh dan sampai di sekolah jam 8 pagi. Tak terbayang jauhnya dan rintangan yang harus dihadapi sedangkan mereka masih kecil-kecil. Berbanding 180° dengan diri kita yang tinggal di kota dan diberikan kemudahan (jauh lebih besar) untuk mengenyam pendidikan. Ya Allah.. 

Dan aku kembali terisak ketika melihat postingan tentang seorang kakek yang berjualan, namun kakinya patah dan berjalan kaki menjajakan dagangannya dengan menggunakan tongkat. Namun yang membuat aku semakin sedih adalah benda yang dijualnya bukan benda yang dicari oleh orang lain yaitu tali untuk mengikat yang dibuat dari bambu. Ya Allah.. (malahan aku baru tau ada benda seperti itu) Mungkin kakek itu ingin berjualan yang lain namun terbatas oleh keahlian / yang bisa beliau lakukan.

Ditengah hiruk pikuk kesibukan di kota dan bermacam-macam benda lain yang menarik, siapa yang akan terpikirkan untuk membeli dagangan kakek itu :( Hanya Allah lah yang mampu menggerakkan hati manusia untuk membeli dagangan kakek itu. 

Melihat senyum dari kakek seperti tidak ada beban, walaupun setiap hari yang dilaluinya berat, membuat aku merasa malu. Menjadi renungan untukku, kemana perginya selama ini harta yang aku miliki? apakah lebih banyak dihambur-hamburkan untuk hal yang tidak perlu daripada untuk bersedekah? Dan apakah aku sudah melakukan yang terbaik yang aku bisa :(

Astaghfirullah... 

Labels:


Things I Love Most
Friday, June 21, 2019 Friday, June 21, 2019 0 comments



Labels:


Paper Art
Saturday, June 15, 2019 Saturday, June 15, 2019 0 comments

Percaya ngga kalo selama ini aku buat desainnya ngga pake sketsa?

Pada saat aku diskusi dengan customer menggunakan kerangka, tapi hanya poin utamanya saja. Misal, apakah mengikuti pola yang sudah ada, desain yang pernah aku buat atau ada keinginan lain. Supaya mudah menyamakan persepsi, aku lebih suka mencorat-coret di kertas. Terkadang aku pun memberi masukan kepada customer agar cust tidak bingung, sekaligus memberi ide-ide. Ketika membuat tulisan "huruf/nama" memang harus pake pola. Bentuk penulisannya. Agar bentuk hurufnya sesuai dan gak miring sana-sini. 

Tapi saat realisasiin di kertas, aku jarang bikin desain dulu. Langsung aja. Contoh : hiasan di pinggir/ di dalam tulisan, aku langsung  vsualisasiin/bayangin/imajinasiin aja kira-kira maunya kayak gimana. Makanya aku lebih suka bentuk yang abstrak karna membebaskan aku berkreasi.

Sehingga hasil karya aku tidak ada yang sama persis antara satu dan lainnya. kerangka mungkin sama tapi hasil akhirnya berbeda.

Istilahnya seperti ini : "Yaudahlah susun dulu aja. Senyamannya penglihatan aku aja. Kalo menurut aku udah bagus ya lanjut tempel. kalo pun kurang sreg saat aku melihatnya, masih bisa diperbaiki." seperti itu kira-kira. Aneh ya? :p

Labels: ,


Pemimpin
Saturday, April 20, 2019 Saturday, April 20, 2019 0 comments

Mungkin jika Allah subhanahu wa ta'ala tunjukkan betapa berat dan besarnya tanggung jawab yang harus di hisab seorang pemimpin ketika di hari akhir nanti, tidak akan ada yang mau untuk berebut kekuasaan.

Hanya karna di dunia oleh Allah subhanahu wa ta'ala berikan kenikmatan, kekayaan, kejayaan, dan apa yang di inginkannya menjadi mudah ketika seorang menjadi pemimpin. Semua orang berlomba-lomba menjadi penguasa. Berebut kekuasaan.

Sesungguhnya pemimpin bertanggung jawab tidak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga kemaslahatan umat manusia. Setiap kebijakan dan hal yang dilakukan akan dimintai pertanggung-jawaban. Apakah hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, golongannya, atau kah benar-benar melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pemimpin.



- 17 April 2018
Dian Kartika Sari

Labels:


Happy
Sunday, March 24, 2019 Sunday, March 24, 2019 0 comments

Bahagia itu ketika orang lain puas dan senang dengan hasil karya yang telah aku kerjakan. Apalagi jika di apresiasi. Sejujurnya aku merasa lega dan semakin semangat dalam mengerjakan project berikutnya. Lebih antusias mengeluarkan ide-ide baru :) 

Terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah mempercayakan aku membuatkan Paper Art. Walaupun aku masih amatir, belum memiliki variasi desain, dan masih sedikit karya yang aku hasilkan. Tapi kepercayaan itu menjadi motivasi dan "meyakinkan" aku bahwa aku pasti bisa mengerjakannya. 

Much Love!

Labels:


Pembelajar
Sunday, March 24, 2019 0 comments

Allah mengetahui niat dan usaha yang aku lakukan untuk memperbaiki diri. Aku memiliki niat yang teguh dan kuat dalam mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Ilmu yang seperti apa? Ilmu yang tidak hanya sekedar duniawi tapi juga akhirat. Ilmu yang menghubungkan keduanya, kehidupan di dunia dan agama Islam.

Walaupun penuh keterbatasan, tapi Allah seperti membuka jalan sebesar-besarnya dan selapang-lapangnya. Seperti aku dibukakan pintu yang besar menuju suatu tempat penuh pengetahuan dan cahaya kebenaran.

Karena setiap kali aku berpikiran "Aku ingin mencari buku yang memberi manfaat di hidupku, di keimananku, dan agamaku." Seketika itu pula, aku memiliki akses untuk membacanya. Tiba-tiba saja. Tidak disangka-sangka. Allah mengabulkan keinginan dan permohonanku. Allah mendekatkan aku kepada buku yang aku butuhkan. 

Masya Allah. Aku semakin bersemangat memperbaiki diri karena Allah :)


Labels: , ,


Untuk Siapapun yang Memandang REMEH Karir Hidup Orang Lain
Sunday, December 23, 2018 Sunday, December 23, 2018 0 comments

Apakah dengan keluar dari zona nyaman bekerja di suatu perusahaan seseorang bisa menjadi lebih sukses? Tidak selalu.. 

Ada tipe individu yg menyukai rutinitas terstruktur, senang bekerja di lingkungan yg nyaman, dan lebih memilih untuk mendapat income yg jelas setiap bulannya.. Ia dinamakan tipe karyawan. 

Ada tipe lain yg menyukai tantangan, senang berinovasi dan bereksperimen, fokus terhadap proses, dan tidak mempermasalahkan income walaupun fluktuatif.. Ia dinamakan tipe entrepreneur / wirausaha. 

 Mana yg lebih sukses? Keduanya.. 

 Tipe karyawan bisa sukses jika fokus terhadap pekerjaannya di kantor. Karna jenjang karir itu ada. Step by step, karyawan yg tingkatannya rendah pun bisa meningkat.. Sama halnya dgn tipe entrepreneur bisa sukses jika fokus terhadap apa yg dijual, entah produk/jasa. Berimprovisasi dalam hal keunggulan agar tidak kalah dengan kompetitor. Intinya, do what you love and love what you do..

Seperti nasihat Steve Jobs, "Pekerjaan Anda akan mengisi bagian besar dari hidup Anda. Dan satu-satunya cara untuk benar-benar puas adalah mengerjakan sesuatu yg Anda percayai sebagai pekerjaan hebat. Jika Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan berpuas diri.." 

Dan "kesuksesan" bagi tiap-tiap orang pun memiliki arti yg berbeda. Ada yg goals dan tujuannya adalah hidup mewah, harta dan tahta segalanya. Ada pula yg lebih memilih hidup nyaman dan aman walaupun sederhana. Atau mungkin bukan keduanya. Bisa saja pekerjaan seseorang saat ini, adalah pekerjaan yg diimpikannya sejak lama.. 

Jadi tidak benar jika menilai sukses atau tidaknya seseorang jika hanya berdasarkan job desc nya..

Labels: ,


Random
Thursday, September 13, 2018 Thursday, September 13, 2018 0 comments

Ada temen yang bilang kalo desain paper yang aku buat sepi. Kalo aku sendiri sih, sengaja backgroundnya ku buat putih (karna netral). Ku juga ngga ngasih banyak ornamen lain di pinggir. Supaya ngga terlalu rame hiasan dan fokus mata ngeliatnya ke tengah. Ku lebih suka yang simple tapi elegan. 

Beda kalo scrapbook. Karna scrapbook, mahar, scrapframe.. itu lebih bagus dibuat full rame sampe ga ada celah kosong.

Semuanya kembali ke selera masing masing sih. Mungkin sesekali ku juga harus bikin desain yg "rame". Boleh aja sih. Jadi ada masukan / ide yang baru. 

Ku juga ga bisa ngerjain orderan banyak banyak. Karna ini cuman iseng iseng doang. Bukan pekerjaan pokok jadi ga fokus disini waktunya. Ku ngerjainnya kalo ada waktu senggang aja.. 

Sebenernya sih mau banget ini di fokusin tapi....seperti itulah. Masih banyak hambatan. Dan ga gampang. Ku juga ga maksain tapi keinginan sih pasti ada. 

Sekian dan terima kasih 😂😂

Labels:


Random
Monday, February 12, 2018 Monday, February 12, 2018 0 comments

Pegiat seni dalam suatu rentang waktu akan merindukan desiran hasrat di dalam dirinya. Merasa hampa dan kosong seolah habis inspirasi. Dan, akan tiba pula masanya karena terlalu terpaku dengan hasil yang sempurna, seringkali mengabaikan esensi dari seni itu sendiri. Seolah kehilangan jati diri..

Labels: ,


A Little Note

Hello~ you're welcoming here. This is my official diary . All in this blog is mine. Blog consists of daily rants like what I do and what I like. Totally boring, so I'd suggest you click the 'x' at the top right corner of your screen

Profile
Stuff


Memories



Credits

This layout is best viewed in Chrome
Thanks to :

My Treasure

Buku
Cerpen
Islam
Desain
Kutipan
Motivasi
Manajemen
Untaian Kata
Catatan Pribadi