Welcome to Dianka's world. Be nice here. Thank you! +Follow | Dashboard
Diary Of Dianka
The Sign Of Four
Wednesday, March 15, 2017 Wednesday, March 15, 2017 1 comments

Kutipan ini saya ambil dari Novel Sir Arthur Conan Doyle "The Sign of Four". 




Kutipan Watson, Dokter sekaligus sahabat setia Sherlock Holmes :

"Kau juga tahu, apa reaksi buruk kokain itu terhadap dirimu. Jelas keuntungannya tidak sebanding dengan kerugiannya. Kenapa kau sekadar untuk bersenang-senang, mengambil risiko kehilangan kekuatan besar yang kaumiliki?"

"Kalau masa depanku gelap, jelas lebih baik aku menghadapinya selayaknya seorang laki-laki, daripada berusaha mencerahkannya dengan imajinasi- imajinasi yang sia-sia."

"Cinta memang tak dapat diselami. Kami berdua belum pernah bertemu sebelum hari itu, belum pernah terlintas percakapan maupun bertukar pandang penuh perasaan terhadap yang lain, namun saat menghadapi masalah, tangan kami secara naluriah saling mencari. Aku terus-menerus memikirkannya sejak itu, tapi pada saat itu rasanya sangat wajar bila aku mendekatinya, dan, sebagaimana sering dikatakannya padaku, nalurinya juga mendorongnya untuk berpaling padaku untuk mendapatkan kenyamanan dan perlindungan. Jadi, kami berdiri sambil bergandengan tangan seperti dua orang anak kecil, dan ada kedamaian dalam hati kami, sekalipun kegelapan mengelilingi kami."

"Ia mengeluarkan kaca pembesar dan pita pengukur, dan bergegas mengelilingi ruangan sambil berlutut, mengukur, membandingkan, memeriksa, dengan hidungnya yang kurus mancung hanya beberapa inci dari lantai, sementara matanya yang bulat berkilau-kilau dan cekung bagai mata burung. Begitu sigap, tanpa suara, dan lincah gerakannya, bagai seekor anjing pelacak terlatih yang mengendus bau, sehingga aku mau tak mau memikirkan bahwa ia akan menjadi penjahat yang luar biasa menakutkan kalau seandainya ia mengalihkan energi dan keberaniannya untuk melawan hukum, bukan menegakkannya." (Wattson saat mengamati kemampuan menganalisa Holmes)

"Aku bersimpati dan jatuh cinta kepadanya, bahkan sewaktu kami berpegangan tangan di kebun. Aku merasa bahwa pengenalan bertahun-tahun dengan cara konvensional tidak akan bisa mengajariku betapa manis dan beraninya wanita ini, sebagaimana pengalaman- pengalaman aneh yang kami alami sekarang. Sekalipun begitu, ada dua pemikiran yang mencegah terlontarnya kata-kata penuh perasaan dari bibirku. Ia sedang dalam keadaan lemah dan tak berdaya, terguncang benak dan sarafnya. Menyodorkan cinta dalam keadaannya sekarang jelas merupakan pengambilan kesempatan dalam kesempitan."



Kutipan Sherlock Holmes :

"Otakku," katanya, "tidak puas dengan berdiam diri. Beri aku masalah, beri aku pekerjaan, beri aku sandi yang paling rumit, atau analisis yang paling berbelit-belit, dan aku akan kembali menjadi diriku yang semula. Aku tidak perlu lagi menggunakan perangsang buatan ini. Tapi aku membenci kerutinan yang membosankan. Aku sangat menginginkan pengerahan mental. Itu sebabnya aku memilih profesiku ini, atau lebih tepat menciptakannya, karena aku satu-satunya di dunia."

"Aku adalah sidang terakhir dan tertinggi dalam hal deteksi. Bilamana Gregson, atau Lestrade, atau Athelney Jones tak mampu memecahkannya-dan biasanya memang demikian-masalahnya pun diberitahukan padaku. Kuperiksa datanya, sebagai seorang pakar, dan kusampaikan pendapatku sebagai seorang spesialis. Aku tidak meminta penghargaan dalam kasus-kasus seperti itu. Namaku tidak ada di koran mana pun. Pekerjaan itu sendiri, kesenangan untuk menemukan pelampiasan bagi kelebihanku yang aneh, adalah penghargaan tertinggi yang kuterima."

"Beberapa fakta seharusnya ditekan, atau, paling tidak, harus lebih proporsional dalam penyajiannya."

"Dia sendiri cukup berbakat. Dia memiliki dua dari tiga kualitas yang diperlukan untuk menjadi seorang detektif ideal. Dia memiliki kelebihan dalam pengamatan dan deduksi. Dia hanya perlu menambah pengetahuan, dan itu bisa diperoleh seiring dengan waktu. "

"Singkirkan semua faktor lainnya, dan satu-satunya faktor yang tersisa pasti merupakan kebenarannya."

"Dengan senang hati akan kupelajari masalah apa pun yang kauberikan padaku.

"Aku tidak pernah menebak. Itu kebiasaan yang mengejutkan-merusak kebiasaan berpikir logis. Apa yang tampak aneh bagimu, tampak begitu karena kau tidak mengikuti jalan pemikiranku atau mengamati fakta-fakta kecil dari mana kau bisa mendapatkan informasi besar."

"Aku tak bisa hidup tanpa pekerjaan untuk otakku. Untuk apa aku hidup kalau bukan untuk itu? Berdirilah di jendela. Apa pernah ada dunia yang begitu suram, menyedihkan, dan tidak menguntungkan seperti ini? Lihat bagaimana kabut kekuningan bergulung-gulung di jalan dan melayang melewati rumah-rumah berwarna cokelat pasir. Apa yang bisa lebih menyedihkan lagi? Apa gunanya memiliki kemampuan, Dokter, kalau tak ada tempat untuk melampiaskannya? Kejahatan merupakan hal yang umum, keberadaan merupakan sesuatu yang umum, dan tidak ada kualitas di dunia ini yang memiliki fungsi apa pun, kecuali kedua hal yang umum itu." 

"Sangat penting untuk tidak membiarkan penilaianmu dikacaukan oleh kualitas pribadi," katanya. "Seorang klien bagiku sekadar sebuah unit, sebuah faktor dalam masalah. Kualitas emosional merupakan penghalang untuk bisa berpikir jernih."

"Aku tidak pernah membuat perkecualian. Perkecualian merusak peraturannya."

"Orang yang memiliki karakter kuat selalu menulis huruf-hurufnya dengan perbedaan yang jelas tak peduli seberapa jelek tulisan mereka."

"Kusarankan kau membaca buku ini-salah satu buku terbaik yang pernah diterbitkan. Martyrdom of Man karya Winwood Reade."

"Aku mulai menduga bahwa mungkin masalah ini jauh lebih dalam dan lebih tersembunyi daripada dugaanku semula. Aku harus mempertimbangkan kembali gagasan-gagasanku." 

"Aku tidak mudah terkesan, tapi malam yang suram, dengan masalah aneh yang akan kami hadapi, menyebabkan aku merasa gugup dan tertekan."

"Kasusku, sebagaimana sudah kukatakan padamu, sudah hampir selesai. Tapi jangan sampai kita melakukan kesalahan dengan bersikap terlalu percaya diri. Sekalipun kasus ini sekarang tampak sederhana, mungkin ada sesuatu yang lebih dalam di baliknya."

"Sudah berapa kali kukatakan bahwa kalau kausingkirkan semua yang mustahil, apa pun yang tersisa, betapapun mustahilnya, adalah kebenaran?"

"Il n'y a pas des sots si incommodes que ceux qui ont de l'esprit!-Tidak ada orang bodoh yang lebih menyulitkan daripada yang punya sedikit akal!" 

"Wir sind gewohnt dass die Menscben verhöhnen was sie nicht verstehen.- Kita sudah biasa melihat Manusia memandang rendah apa yang tidak bisa dipahaminya."

"Jangan membayangkan aku mengandalkan keberhasilanku memecahkan kasus ini semata-mata pada ketidaksengajaan salah satu dari mereka mencelupkan kakinya ke bahan kimia," kata Holmes. "Aku punya pengetahuan untuk melacak mereka dalam beberapa cara berbeda. Tapi ini yang paling mudah. Dan karena kita sudah mendapatkan keberuntungan ini, sangat tidak layak kalau kusia-siakan. Tapi, dengan begini, kasus ini tidak menjadi masalah intelektual yang bagus, sebagaimana semula. Kalau bukan gara- gara petunjuk yang mencolok ini, kita mungkin bisa mendapat nama."  

"Bukti utama kebesaran sejati manusia adalah persepsi akan kekecilan dirinya." Jean Paul, alias J.P.F. Richter, penulis Jerman

"Masalah utama dengan orang-orang seperti itu," kata Holmes saat kami duduk di kapal, "adalah jangan pernah membiarkan mereka menganggap bahwa informasi yang mereka berikan punya arti penting bagimu. Kalau mereka sampai berpikiran begitu, mereka seketika akan menutup mulut serapat tiram. Kalau kau mendengarkan keluhan-keluhan mereka, kemungkinan besar kau akan mendapatkan apa yang kau butuhkan." 

"Sebaiknya jangan memberitahu terlalu banyak," kata Holmes. "Wanita tidak boleh dipercayai sepenuhnya- sebagian besar di antaranya."

"Winwood Reade memang pandai dalam hal itu," kata Holmes. "Dia mengatakan bahwa, sekalipun seorang individu merupakan teka-teki yang tidak terpecahkan, secara agregat dia menjadi sebuah kepastian matematis. Misalnya, kau mungkin tak mampu menebak apa yang akan dilakukan seseorang, tapi kau bisa mengatakan dengan tepat apa yang akan dilakukan sejumlah orang. Individu bervariasi, tapi persentase tetap konstan. Begitu kata ahli statistik.

"Tapi cinta merupakan sesuatu yang emosional, dan apa pun yang emosional bertentangan dengan penjelasan sejati yang kuletakkan paling tinggi di atas semuanya."



Kutipan Jonathan Small :


"Aku tidak perlu merahasiakan apa pun. Pembelaan terbaik yang bisa kulakukan adalah dengan menceritakan kebenarannya."

"Aku pernah mengalami kejayaan dalam hidupku, dan aku pernah menjalani kegagalan, tapi aku sudah belajar untuk tidak menyesali apa yang sudah terjadi." 

Labels:


Librocubicularist



Hey , you're welcoming here . This is my official bloggie . All in this blog is Mine. Blog consists of daily rants like what I do and what I like. Totally boring, so I'd suggest you click the 'x' at the top right corner of your screen

Profile
Stuff



Gotcha!



Memories



Credits

This layout is best viewed in Google Chrome
Thanks to :

My Treasure

Cerpen
Catatan Pribadi
Desain
Kutipan
Misteri
Motivasi
Manajemen
Romansa
Untaian Kata