Welcome to Dianka's world. Be nice here. Thank you! +Follow | Dashboard
Diary Of Dianka
Kunjungan Sahabat
Friday, July 15, 2016 Friday, July 15, 2016 0 comments

19-3-16

Hari ini, salah seorang sahabat baikku di kala SMF datang dan berkunjung. Kebetulan aku sedang libur kuliah dan berada di rumah. Saat yang tepat untuk menghabiskan waktu dan bercengkrama kembali dengannya.

Tidak ada yang berubah. Walaupun kami hanya bertemu setiap beberapa bulan sekali karna kesibukan masing - masing, namun hal itu tidak mengubah apapun. Kami masih tetap bersikap terbuka dan asik bercerita tentang keseharian. Hanya obrolan sederhana antara kedua teman baik yang sudah lama tidak berjumpa. Kami membahas mengenai berbagai macam hal namun lebih banyak mengenai kehidupan pekerjaan sesama tenaga kefarmasian, maupun kehidupan pribadi.

Wenny, sahabatku, bercerita bahwa sudah setahun ini ia berpacaran dengan seorang pelaut yang sedang mengikuti pendidikan tingkat akhir. Pacarnya, berusia 22 tahun, bernama Lizar. Dari sekian banyak cerita sekaligus bertukar pikiran dengan sahabatku, aku mensyukuri banyak hal. Bahwa setiap waktu yang di habiskan oleh Wenny dan Lizar saat bertu sangatlah berharga. Apalagi mereka terpisah jarak, dan Wenny harus menunggu beberapa minggu untuk sekedar bertemu dengan Lizar.

Aku bersyukur bahwa aku tidak perlu menunggu beberapa waktu untuk sekedar berjumpa dengan Pusaka. Karna hampir tidak ada jarak diantara kami. Setiap sepulang bekerja, kami menyempatkan diri walaupun sebentar untuk sekedar bertanya keadaan masing - masing. "How was your day?" "Are they difficult?". Dan aku pun tidak harus merindukan bertemu Pusaka dalam waktu yang lama.

Kedua, bahwa seringkali Wenny dan Lizar bercengkrama hanya melalui telepon. Mereka hanya bisa menggunakan waktu di malam hari untuk sekedar saling menyapa. Itu pun, keduanya harus menahan kantuk dan lelah yang teramat sangat setelah seharian beraktivitas. Belum lagi saat Lizar harus bersusah payah mencari sinyal karna terombang ambing di lautan membuat segala sesuatunya menjadi cukup sulit. Sungguh, perjuangan yang indah.

Lagi lagi aku kembali bersyukur, aku memiliki Pusaka yang selalu dengan senang hati meluangkan waktunya yang berharga untuk sekedar menyenangkan hatiku. 

Ketiga, Lizar sangat protektif dan otoriter terhadap Wenny. Lizar trauma terhadap kepercayaan dan kurang pintar mengontrol emosi. Beberapa kali, aku mendengar Wenny dimarahi oleh Lizar. Mungkin saja menurut Lizar, wajar untuknya marah but i've a little bit feelin uncomfortable when i heard about that. Percayalah bahwa perasaan wanita sangat sensitif, lebih dari yang kaum lelaki bayangkan. Kami tidak terbiasa untuk di bentak dan di perlakukan kasar. Walaupun mungkin sepele, namun itu cukup melukai perasaan kami.

Aku agak sedikit sebal saat Wenny dimarahi dan dibentak oleh Lizar melalui telepon hanya karna ia dibonceng oleh bukan muhrim. Come on Lizar, Wenny tidak berbuat macam macam sampai harus dimarahi sebegitunya. Dan saat itu posisi Wenny pun terdesak sampai harus berboncengan dengan laki laki selain ayahnya. Aku mengerti bahwa Lizar menyayangi Wenny dan tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk terhadap Wenny. Namun, ada kalanya Lizar harus memahami situasi dan memberi kepercayaan kepada pasangannya.

Sekali lagi aku bersyukur bahwa Pusaka memberikan aku kebebasan dan tidak mengekang aku harus begini harus begitu. Pusaka percaya sepenuhnya kepadaku dan aku pun percaya kepadanya. Aku tidak akan mengkhianati kepercayaan yang telah Pusaka berikan kepadaku. Kami pun tidak perlu harus memberi kabar setiap menit. Cukup di saat saat tertentu atau di saat kami bertemu.




Dan yang membuat aku sangat menyayangi Pusaka adalah karena Pusaka sangat sabar kepadaku. Hampir tidak pernah Pusaka bersikap tidak baik kepadaku. Pusaka menghormati aku sebagai orang yang ia sayang. Dan aku pun menghormati ia sebagai seseorang yang berharga di hidupku. Pusaka benar - benar menyayangi aku. Ia selalu tau kapan dan bagaimana harus bersikap atau sekedar memanjakan aku. Pusaka selalu mempunyai cara untuk membuatku bahagia. Karna kebahagiaan yang aku cari bukan kebahagiaan yang dapat di nilai dengan materi :)

Ah betapa beruntungnya diriku memiliki Pusaka.

Seperti itulah beberapa kesimpulan yang dapat aku ambil dari diskusi singkat antara aku dan Wenny. Kami berdua masih jauh dari sempurna sebagai calon pendamping hidup baik Pusaka mau pun Lizar. Namun, kami akan selalu setia mendampingi mereka dalam meraih kesuksesannya masing masing.

Di akhir pertemuan aku dan Wenny, kami berjanji bahwa siapa pun yang akan menikah terlebih dahulu harus mencantumkan nama kami dan pasangan masing masing di amplop undangan serta harus hadir :)

Betapa menyenangkannya hari ini :)

Labels:


Librocubicularist



Hey , you're welcoming here . This is my official bloggie . All in this blog is Mine. Blog consists of daily rants like what I do and what I like. Totally boring, so I'd suggest you click the 'x' at the top right corner of your screen

Profile
Stuff



Gotcha!



Memories



Credits

This layout is best viewed in Google Chrome
Thanks to :

My Treasure

Cerpen
Catatan Pribadi
Desain
Kutipan
Misteri
Motivasi
Manajemen
Romansa
Untaian Kata