Welcome to Dianka's world. Be nice here. Thank you! +Follow | Dashboard
Diary Of Dianka
Keluarga
Friday, July 15, 2016 Friday, July 15, 2016 0 comments

Sejujurnya, aku tidak terlahir di keluarga yang memiliki kehidupan mewah. Rumah tempatku tinggal, hanyalah rumah sederhana. Segalanya sesuai kecukupan. Makan secukupnya, belanja seperlunya, semua yang aku lakukan sejak kecil sesuai porsinya.Aku bersyukur dilahirkan dari rahim seorang ibu yang istimewa. Ia sosok malaikat dihidupku. Di hidup keluargaku. Bahkan ayahku dulu terpukau dengan kesederhanaan ibuku. Boleh jadi, ayahku adalah orang yang beruntung. Karna dulu – kata tanteku - banyak lelaki yang menyukai ibuku dan menaruh harapan padanya.

Ibuku sangat cantik. Walaupun tanpa tambahan make-up atau riasan tebal disana-sini. Walaupun hanya mengenakan pakaian biasa-biasa saja. Ibuku cantik apa adanya. Ibuku adalah sahabat terbaikku. Aku tidak akan mampu berdiri tegak mengarungi kehidupan yang terkadang kejam, tanpanya. Sedikit pun, ibuku tidak pernah terlihat bosan mendengar celotehan-celotehanku. Kebahagiaan, kesedihan, rasa haru, kekesalan, kekecewaan, semuanya tak pernah luput aku ceritakan. Ibuku selalu sabar mendengarkan. Dan di akhir cerita, ia selalu memberiku nasihat-nasihat. Mengingatkanku untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT. Bahwa segala peristiwa yang terjadi di kehidupan ini, selalu mengandung makna. Tanpa terkecuali. Ibuku sangat setia kepada ayah. Bahkan di saat-saat terberat di hidup kami. Ibuku selalu ada untuk ayah. Seperti itu kan seharusnya seorang istri kepada suami? Ibuku juga kreatif membantu perekonomian keluarga. Ia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial ibu-ibu. Ia tidak merasa malu atau gentar. Hal itulah yang membuatku kagum pada ibuku. Semua itu ia lakukan karna perasaan cintanya kepada keluarga.

Aku bermimpi menjadi sosok seperti ibuku di masa depan. Dan menjalani hidup bersama dengan laki-laki hebat seperti ayah 

Ayahku adalah sosok yang hebat. Ia bukanlah seorang eksekutif yang bekerja di kantor besar. Ayahku adalah seorang pekerja keras, yang berjuang menjemput rejeki halal untuk keluarga kami. Ia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk aku, kakakku, dan ibuku. Walaupun segala sesuatunya harus dihitung-hitung dengan cermat.

Ayahku seorang yang pandai. Ia terampil membuat benda-benda dan memperbaiki sesuatu. Di kala senggang, ayahku membuatkan meja, kursi, rak buku, apapun untuk menunjang kebutuhan keluarga kami. Dibandingkan harus merogoh saku, mengeluarkan uang lebih untuk sesuatu yang sebenarnya masih bisa di akali. Kakakku pun sama. Walaupun, sewaktu kami masih kecil sering kali bertengkar. Namun, dibalik semua itu ada perasaan sayang yang mengikat kami. 

My Beloved Sister-in-Crime & Mommy

Best Couple Ever <3 p="">

Happy Wedding Mas Rio :))

Ibuku, ayahku, dan kakakku. Mereka adalah bagian terpenting di hidupku. Aku sangat beruntung. Ayah dan ibuku adalah orangtua yang sangat baik. Aku tidak akan pernah bisa mengganti semua yang telah mereka berikan kepadaku. Materi maupun harta seberapa pun banyaknya, bagiku itu semua tidak akan berarti apa-apa dibandingkan dengan kehidupan bersama mereka.

Labels:


Librocubicularist



Hey , you're welcoming here . This is my official bloggie . All in this blog is Mine. Blog consists of daily rants like what I do and what I like. Totally boring, so I'd suggest you click the 'x' at the top right corner of your screen

Profile
Stuff



Gotcha!



Memories



Credits

This layout is best viewed in Google Chrome
Thanks to :

My Treasure

Cerpen
Catatan Pribadi
Desain
Kutipan
Misteri
Motivasi
Manajemen
Romansa
Untaian Kata